Senakel : Doa bagi Kesucian Imam

 Kita bersyukur ada banyak komunitas rohani dan kelompok doa dalam Gereja Katolik yang menunjukkan kekayaan Gereja. Komunitas dan kelompok tersebut menjadi jalan umat beriman menuju kekudusan. Umat bisa memilih komunitas atau kelompok mana yang paling sesuai bagi dirinya untuk dapat menghantar makin dekat dengat Allah dan makin bersahabat dengan sesama anggota Gereja serta makin peduli pada keutuhan ciptaan. Bahkan, kadang ada umat yang menjadi anggota di beberapa Komunitas dan kelompok doa. Maksud dari kelompok doa itu pun macam-macam. Devosinya pun berbeda-beda, tetapi semuanya merupakan panggilan menuju kekudusan karena rahmat baptisan. Roh Kudus menggerakkan kita semua untuk mengungkapkan iman kepada Allah dan komitmen kepada Gereja melalui kelompok tertentu agar dapat hidup berkeluarga, berkomunitas, bertetangga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan baik, benar, dan kudus.

Senakel adalah satu komunitas dan kelompok doa Maria yang secara khusus dibaktikan untuk para imam. Kelompok Doa Senakel ini dikenal sebagai Gerakan Imam Maria. Senakel kiranya diambil dari istilah untuk menyebut “ruang atas” yang dalam bahasa Latin disebut Caenaculum. Ruang atas ini diyakini sebagai ruang di mana para rasul bersama dengan Bunda Maria berdoa sehati-sejiwa menantikan kedatangan Roh Kudus pada Pentakosta. Di ruang atas itu juga hadir turut berdoa beberapa perempuan, yang selama ini mengikuti Yesus. “Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, Ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus” (Kis 1 : 14).

Dengan semangat doa sehati-sejiwa tersebut, komunitas Doa Senakel dengan setia mendoakan para imam. Mereka memohon perlindungan Bunda Maria agar dengan pertolongan rahmat Allah para imam mau dan mampu menjaga kesucian hidup imamat mereka. Bunda Maria kiranya melindungi para imam dari berbagai godaan “ular”, iblis yang dapat menjauhkan para imam dari Tuhan. Ada banyak kegiatan baik yang bisa digunakan iblis untuk menghancurkan kehidupan para imam. Kesibukan pelayanan berlebihan dan keterlibatan dalam pelayanan yang tidak sesuai dengan perutusan bisa menjadi batu sandungan yang digunakan iblis untuk menjauhkan diri para imam dari Tuhan dengan mulai mengabaikan kebersamaan dengan sesama imam dan mengabaikan waktu doa pribadi.

Lewat doa Senakel, umat memohon pernyertaan Bunda Maria bagi para imam. Bunda Maria kiranya berdorong para imam bukan hanya berdoa, tetapi juga berdoa bersama dengan Bunda Maria untuk senantiasa memohon Roh Kudus agar tujuh karuniaNya yang telah diterima dalam sakramen penguatan dan kuasa pengurapan yang telah diterimanya pada sakramen imamat sungguh berdaya-guna di dalam dirinya. Agar karya kerasulan para imam memancar dari kesuciannya karena kedekatan dengan Yesus Kristus dan keakrabannya dengan Bunda Maria dalam kebersaama dengan para imam.

Doa umat melalui Doa Senakel sungguh menjadi kekuatan besar dalam Gereja untuk melindungi para imam. Doa ini juga menjadi kerasulan umat yang patut kita hargai. Doa ini dapat dilakukan oleh siapapun, termasuk mereka yang telah purna bakti, yang mungkin karena kelemahan dan keadaan fisik tak dapat berjalan. Doa ini menjadi karya kerasulan mulia bagi umat siapapun. Melalui doa ini juga, umat pun makin mendekatkan diri pada Tuhan dan mengakrabkan diri pada Bunda Maria. Semoga para anggota komunitas dan kelompok doa Senakel ini juga sungguh menghayati pengalaman berada di ruang atas bersama dengan Bunda Maria yang sehati-sejiwa dengan para imamnya. Apabila yang ada kurang pada para imamnya, tolong doakan. Apalagi ada gannjalan dengan para imam, tolong sampaikan dengan tulus dan bijaksana. Imam adalah pribadi yang berdoa dan terus mendoakan umatnya, tetapi ia juga adalah pribadi yang sangat membutuhkan doa umatnya.

Salah satu cara mendoakan imam yang paling baik adalah dengan mengikuti perayaan Ekaristi, di mana di dalam Doa Syukur Agung para rohaniwan dan pelayan sabda didoakan, mulai dari Paus, Uskupnya, para imam, dan diakon, serta para pelayan sabda. “Bapa, perhatikanlah GerejaMu yang tersebar di seluruh bumi. Sempurnakanlah umatMu dalam cinta kasih, dalam persatuan dengan Paus kami ... dan Uskup kami ..., serta para imam, diakon, dan semua pelayan sabdaMu.” (Doa Syukur Agung II) Untuk itu, anggota kelompok Senakel Gerakan Imam Maria kiranya adalah mereka juga yang setia merayakan Ekaristi, tentu jika keadaan fisik memungkinkan hadir di Gereja. Mereka adalah para devosan Maria yang dengan tekun juga merayakan Ekaristi. Maka, Doa Senakel di Gereja biasanya dimulai dengan penghormatan Sakramen Mahakudus dan ditutup dengan doa Rosaria. Gerakan Doa Imam Maria ini kiranya menjadi sarana devosi pada Hati Kudus Yesus dan Hati Kudus Maria

Sebagai devosan Maria, anggota kelompok Doa Senakel dalam Gerakan Imam Maria menyerahkan diri kepada hati suci Maria yang tak bernoda. Makin tekun, seseorang berdoa untuk (para) imamnya, makin dia menyerahkan diri kepada Maria dan makin hidup dalam kesucian seturut teladan Maria. Di situlah Doa Senakel menjadi jalan untuk memenuhi panggilan kesucian zaman sekarang.

Walaupun Doa Senakel ini menggunakan nama Gerakan Imam Maria, para biarawan-biarawati yang tidak termasuk kelompok rohaniwan (imam) ini juga turut didoakan sebagai satu kekuatan Gereja bersama dengan para imamnya. Para biarawan-biarawati yang mempersembahkan diri secara penuh untuk mengikuti Yesus dan melayani Gereja menjadi bagian inheren dalam pelayanan Gereja. Mereka adalah juga rekan handal dari karya kerasulan para imam.

Kehadiran dan karya para anggota kelompok Doa Senakel ini kiranya merupakan salah satu tanda kebersamaan dalam Gereja. Melalui Doa Senakel, komunitas Gerakan Imam Maria kiranya mengungkapkan panggilan Gereja yang sinodal, yang berjalan bersama, di mana semua anggota Gereja menerima martabat baptisan yang sama dan dipanggil untuk menjaga kesucian Gereja dan mewartakan Kerajaan Allah.

Terimakasih kepada Saudara-Saudari yang dengan tekun mendoakan Bapa Suci, uskup, imam, diakon, biarawan, biarawati baik secara komunal melalui Gerakan Imam Maria atau secara personal berdoa di tempat masing-masing. Sebagaimana Sri Paus Fransiskus yang kita anggap begitu suci pun selalu meminta doa kita semua dengan tulus “Doalah saya!”, saya pun memohon doa dari Saudara-Saudari “Doakan terus Paus, uskup, imam, dan biarawan-biarawati!” Kiranya para rohaniwan, biarawan-biarawati pun berdoa untuk Saudara-Saudari.


Ut diligatis invicem,

+ Antonius Subianto Bunjamin, OSC